Home » » Kebut Realisasi Anggaran, Harus Tetap Perhatikan Kualitas

Kebut Realisasi Anggaran, Harus Tetap Perhatikan Kualitas

Written By Qassam Corporation on Selasa, 15 November 2011 | 00.00


Jakarta (13/11)- Anggota Komisi XI DPR RI, Kemal Azis Stamboel meminta pemerintah untuk tetap memperhatikan kualitas dari upaya mempercepat realisasi penyerapan anggaran tahun 2011. “Lambannya penyerapan anggaran tentunya berdampak pada tingkat pertumbuhan dan kualitasnya. Kalau penyerapan dan kualitas belanja pemerintah baik seharusnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2011 bisa diatas 6,5%. Kita berharap ada peningkatan belanja pemerintah yang lebih baik di kuartal IV, sehingga bisa mendorong pembangunan dan pertumbuhan lebih baik. Tetapi upaya ‘kebut’ anggaran di dua bulan terakhir yang biasa terjadi ini juga harus tetap memperhatikan kualitas. Jangan hanya asal menghabiskan anggaran”, tandasnya.

Sebagaimana diketahui, menjelang akhir tahun 2011, surplus anggaran pemerintah berpotensi semakin besar karena realisasi penyerapan anggaran pemerintah belum maksimal. Diperkirakan dari anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp 717,9 triliun tahun ini, hanya 90% yang dapat diserap. Oleh karena itu, pemerintah melalui Menteri Keuangan Agus Martowardojo kembali meminta kementerian/lembaga dan Pemda untuk merealisasikan pencairan anggaran tepat waktu. Seperti diketahui, sampai akhir September ini penyerapan anggaran pemerintah baru tercapai 54,4% dari target atau Rp 717,9 triliun. Hal ini membuat APBN-P 2011 masih mengalami surplus Rp 72 triliun.

“Yang lebih disayangkan lagi realisasi belanja modal lebih rendah dibawah 30%. Padahal penyerapan anggaran ini sangat penting untuk mendorong laju pembangunan ekonomi nasional. Surplus anggaran yang nantinya menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang terlalu besar tentu tidak baik. Karena ada pembangunan infrastruktur yang seharusnya selesai menjadi terbengkalai. Padahal setiap kemunduran realisasi pembangunan infrastruktur akan mengurangi daya dukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kita tentu tidak menginginkan itu. Sayang sekali kalau alokasi yang sudah tersedia ini tidak dioptimalkan. Pemerintah pusat dan Pemda harus mencari terobosan”, ujarnya.

Kemal kembali mengingatkan, ditengah ancaman krisis dan resesi global maka pemerintah harus secara serius mengambil langkah-langkah antisipatif. Selain penyerapan dan kualitas realiasi belanja APBN yang sangat penting, pemerintah juga perlu memperbaiki kebijakan perdagangan, investasi dan industri domestik. “Belanja APBN sangat penting sebagai setimulus untuk mendorong perekonomian, ditengah penurunan daya saing, penurunan kemudahan berusaha, penurunan IPM, dan juga mahalnya biaya logistik nasional. Disisa waktu tersedia, pemerintah harus memaksimalkan penyerapan anggaran tersebut dengan tetap memperhatikan governance yang baik dan juga kualitasnya. Jangan asal dikebut”, tegas Anggota DPR dari FPKS ini.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS-BANDAR LAMPUNG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger