Permasalahan klasik yang masih dihadapi perempuan Indonesia seperti pendidikan yang rendah, angka kematian ibu yang tinggi, kekerasan dalam rumah tangga, kurangnya akses pemberdayaan ekonomi perlu mendapatkan penanganan yang serius. Taraf hidup perempuan Indonesia masih harus ditingkatkan baik secara angka kuantitatif maupun kualitatif.
Anggota Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan hal tersebut menyambut Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Komisi VIII membidangi masalah sosial, agama, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Ibu yang sehat dan cerdas akan melahirkan dan mendidik anak-anak yang sehat dan cerdas pula. Ini sama artinya dengan memperbaiki taraf hidup satu bangsa secara keseluruhan,” kata Jazuli Juwaini yang juga Ketua DPP PKS Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan.
Perjuangan memajukan taraf hidup perempuan, harus menjadi perhatian banyak pihak. Namun hal itu bukan semata-mata demi setor laporan di tingkat dunia, tapi karena dilandasi dengan kesadaran, bahwa dengan meningkatnya kesejahteraan perempuan, maka akan meningkat pula kesejahteraan keluarga-keluarga Indonesia.
“Apalagi disadari betul bahwa perempuan merupakan bagian dari masyarakat yang potensi dan kapasitasnya mampu menjadi kekuatan perubahan dan pembangunan suatu negara,” tambah politisi PKS ini.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi perempuan dalam ranah publik memberikan kontribusi dalam berbagai sektor kehidupan. Namun demikian, di sisi lain, kita dihadapkan pada realitas kondisi perempuan dalam berbagai sektor mengalami ketertinggalan dan keterbelakangan. Sehingga perlu upaya yang berkesinambungan untuk mengangkat kondisi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan revitalisasi peran perempuan dalam berbagai bidang. Belum lagi peran perempuan yang sangat penting di sektor domestik yang harus diseimbangkan dengan sektor lainnya.
“Menjadi sebuah konsekuensi logis bagi kita untuk memperjuangkan kaum perempuan Indonesia agar dapat memiliki semua kriteria/kualifikasi yang dapat mengantarkan pada optimalisasi tanggung jawabnya baik sebagai individu, dalam lingkup keluarga, masyarakat maupun negara,” papar Jazuli.
Untuk mewujudkan kualifikasi perempuan Indonesia yang bertaqwa, sejahtera, cerdas, berdaya, dan berbudaya, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya adanya program/kebijakan yang ramah perempuan, peningkatan pelayanan publik terhadap perempuan dan peningkatan anggaran yang mendukung pemberdayaan kapasitas perempuan.
“Dengan demikian perempuan Indonesia akan dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Perempuan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang berkualitas sehingga akan terbangun bangsa yang maju dan kokoh,” pungkas Jazuli.
0 komentar:
Posting Komentar